Not friendly with MSIE  

User login

Di Dukung Oleh :


Universitas Negeri Makassar
Universitas Negeri Makassar


Balai Diklat Keuangan VI Makassar
Balai Diklat Keuangan Makassar
We recommend GNU Linux for Government

Ads by PPCIndo

PC Linux Tetap Stabil Walau Mati Mendadak

 

Bismillah...
Nah lho ?! Kok bisa ?! Maksudnya ?!
Ya... itulah yang saya dapatkan. Pernahkah kita melihat sebuah device routerboard yang berisi GNU Linux ? Kira-kira seperti itulah gambarannya. Telah banyak kita jumpai GNU Linux digunakan untuk embeded device, lantas bagaimana bila ini adalah PC Biasa dengan OS GNU Linux lengkap, digunakan bekerja seperti biasa, tapi tanpa dilengkapi UPS (Battery penyimpan tenaga, supaya tidak mati mendadak), tentu sangat beresiko, walaupun sehebat apapun filesystemnya tetap berpotensi rusak. Penasaran ?! Ikuti pengalaman saya...

Pernahkan Anda mendengar “Live Distro”, seperti di jaman dulu ada KNOPPIX. Saat ini kita jumpai hampir semua distro menyediakan versi livenya. Pada tulisan ini, dan juga karena saya adalah slackers maka pembahasan akan saya batasi pada salah satu Live Linux Distro yang berbasis slackware, saya pilih SLAX. Benar-benar GNU Linux for your pocket ! Handy dan sangat fleksibel, dan yang paling saya suka, slackware banget gitu loh !

Oke... tentang SLAX silahkan baca sendiri di situsnya slax.org
Disini saya hanya akan berbagi pengalaman saya saja, secara sederhana saya menginginkan PC yang jalan terus menerus menangani suatu urusan misalnya putar musik, sementara operasinya dilakukan secara remotely, kalau tiba-tiba listrik padam, ya tinggal dinyalakan ulang tanpa khawatir hardisk rusak. Pakai hardisk sungguh sangat saya sayangkan dalam urusan ini. Nah... untuk urusan tersebut, sebenarnya SLAX sudah sangat siap, Mau pakai USB Flash Disk, atau DVD/ CD semuanya bisa dilakukan, dan kita akan mendapatkan OS Slackware dengan semua fiturnya. Tapi tunggu dulu... ini bukan saya yang akan mengoperasikan, melainkan orang lain yang notabene tidak memahami konfigurasi yang serba njelimat seperti seting IP, remote mounting filesystem, dll. Semuanya harus bisa jalan secara otomatis sejak startup.

Bagi yang sudah pernah bermain-main dengan Live Distro semacam ini, langsung terbayang “remastering” !!! benar sekali bila kita membutuhkan perubahan secara radikal. Tapi kalau hanya seting ip otomatis, dan beberapa keperluan lain seperti menjalankan crontab atau perintah iptables, tentu tidak perlu se-extrim itu. Karena SLAX sudah menyediakan cheatcode !!! :D Aha... !
Saya tunjukkan sekarang...

Pertama tentunya Anda harus mengambil resource SLAX dari sumbernya, dan extract. Maka akan kita dapati 2 direktori yaitu 'boot', dan 'slax'. Di dalam direkori 'boot' tersebut, kita bisa mamasang lilo di hampir semua block device, abaikan saja dulu. Sementara kita akan perhatikan direktori 'slax'. Masuklah dan akan kita lihat direktori menarik bernama 'rootcopy' ! Dari sinilah kita mulai... !
:D hehehe...

Sederhananya saya hanya ingin memasang startup skrip yang setiap kali SLAX berjalan langsung mengeksekusi skrip tersebut, yang mana skrip ini bisa kita ganti seperti yang kita mau, tanpa harus membongkar corenya. Ternyata SLAX sudah menyiapkan metode ini, direktori 'rootcopy' digunakan untuk improvisasi bagi pengguna, bila ingin mengganti file-file dalam system SLAX yang di core-nya. Jadi pada saat startup, setelah semua lingkungan file system dibentuk pada saat booting, maka SLAX akan mengkopi seluruh isi file dan direktori dalam rootcopy tersebut ke dalam filesystem utama persis seperti letak path yang tersusun didalamnya. Contoh... bila kita ingin menggantikan file /etc/rc.d/rc.local, maka kita tinggal letakkan file tersebut dalam direktori 'rootcopy' tersebut seperti ini '/mnt/sdb1/slax/rootcopy/etc/rc.d/rc.local

Nah... sampai di sini mungkin sudah mulai paham ?! Tapi ini belum selesai, karena ternyata SLAX “hanya” mengkopinya saja, tidak mengeksekusi seperti yang kita inginkan. Di sinilah saatnya kita membuka direktori 'boot', dan lihat isinya... Maka Anda akan mendapati file `slax.cfg` ! Aha... Anda tahu maksud saya ?! Yap... di situ kita bisa bermain-main dengan startup loader ! Pernah coba-coba improvisasi dengan lilo.conf atau grub.lst ?! Mirip atau memang seperti itu kali ya ?
Buka file tersebut dan cari baris seperti ini
“APPEND initrd=/boot/initrd.gz ramdisk_size=6666 root=/dev/ram0 rw autoexec=xconf;telinit~4 changes=/slax/”
Lihat bagian “autoexec=bla...bla...bla..” ?! Aha itu dia bagian yang akan menjalankan startup skrip atau executable file.
Saya buat skrip langsung dengan file baru misalnya skripku, seperti ini

#!/bin/bash
ifconfig eth0 192.168.100.1 netmask 255.255.255.0
ifconfig eth0 up

Lalu saya simpan dalam /rootcopy/sbin/skripku
Saya tambahkan dalam skrip slax.cfg tersebut seperti ini “autoexec=skripku;xconf;telinit~4” selesai.

Coba bikin lilo di MBR USB Flashdisk dengan skrip /boot/bootinst.sh, lalu jalankan SLAX Live-nya. Seharusnya Anda beruntung dengan telah terpasangnya ip pada interface ethernet PC Anda dengan ip yang tertulis di file /sbin/skripku tersebut di atas.

Sudah dapat logikanya ? Selamat... silahkan berimprovisasi menjadikan apa saja Live Linux tersebut, tanpa harus khawatir bagaimana kalau tiba-tiba listrik padam. Karena Live Linux itu hanya berjalan di memory “semuanya”, dan hardisk tidak dibutuhkan, Anda bisa simpan hardisk ta untuk keperluan yang lain, sementara biarkan PC itu bekerja sesuai dengan urusan tertentu yang sudah ditentukan oleh Anda.
Happy slacking..
lho ?!