Not friendly with MSIE  

User login

Di Dukung Oleh :


Universitas Negeri Makassar
Universitas Negeri Makassar


Balai Diklat Keuangan VI Makassar
Balai Diklat Keuangan Makassar
We recommend GNU Linux for Government

Ads by PPCIndo

Samba di Slackware : Mengatasi Kecerobohan User Windows

Sharing file menggunakan Samba telah di bahas disitus ini pada tulisan terdahulu baik itu mengenai file atau printer. Tulisan ini cuma sekedar berbagi pengalaman tentang samba share di slackware dengan kasus sebagai berikut :

Salah satu hal yang sering terjadi di tempat saya adalah seringkali user windows yang mengakses data ke server secara tidak sengaja menghapus file yang di share oleh samba. Tentu sangat merepotkan bagi jika saya harus merecover file yang telah terhapus tersebut.

Untuk mengantisipasinya, saya memanfaatkan fasilitas vfs object (lihat wiki untuk detail), sehingga data yang dihapus oleh client samba (dalam hal ini user windows) tidak langsung terhapus melainkan dipindahkan dahulu ke direktori yang ditentukan. Dengan cara seperti ini, saya bisa memonitoring file-file apa saja yang memang benar-benar ingin dihapus.

Caranya tidak terlalu rumit :
Pastikan samba yang terinstal di linux anda memiliki module recycle, dimana dapat dicek dengan perintah (contoh di server yg sy gunakan) :

root@phoenix:~# locate recycle.so
/usr/lib/vfs/recycle.so
root@phoenix:~# ls -l /usr/lib/vfs/recycle.so
-rwxr-xr-x 1 root root 17820 2008-11-29 05:11 recycle.so
root@phoenix:~#

Setelah itu edit konfigurasi samba :

root@phoenix:~# vi /etc/samba/smb.conf

Berikut adalah potongan konfigurasi samba yang saya gunakan (dengan metode user security) :

...
security = user
...
[public]
comment = Public Stuff - Tempat simpan Dokumen
path = /media/public
valid users = zul irma ikbal
public = no
writable = yes
guest ok = no
read only = no
directory mode = 777
create mask = 0777
# mendeklarasikan jenis vfs object
vfs objects = recycle
# menentukan direktori recycle - dalam hal ini disimpan di /media/public/.recycle
recycle:repository = .recycle
# Menentukan struktur folder dalam hal ini, recycle:keeptree = Yes file akan tersusun sesuai folder share
# Gunakan recycle:keeptree = No , jika penyesuaian struktur direktori tidak diinginkan
recycle:keeptree = Yes
recycle:touch = Yes
recycle:versions = No
# menentukan besar file yang di recycle, 0 = tidak terbatas
recycle:maxsize = 0
# bagian dibawah ini adalah file yang tidak akan disimpan di recycle
recycle:exclude = *.tmp *.temp ~$* *.~??
...

Setelah mengedit konfigurasi samba, selanjutnya buat folder .recycle di mount point samba sesuai dengan konfigurasi yang telah dibuat tadi (dalam hal ini /media/public) :

root@phoenix:~# cd /media/public/
root@phoenix:/media/public# mkdir .recycle

Setelah .recycle dibuat jangan lupa mengubah permission dan owner direktori tersebut (Hal ini yang terlupakan oleh saya sampai2 bertanya pada 2 orang slackers :D , my bad ... ) :

root@phoenix:/media/public# chmod 777 .recycle/ -R
root@phoenix:/media/public# chown nobody.nogroup .recycle/ -R
root@phoenix:/media/public# ls -la
drwxrwxrwx 6 nobody nogroup 584 2010-02-18 22:56 .recycle
root@phoenix:/media/public#

Setelah itu, restart service samba :

root@phoenix:/media/public# sh /etc/rc.d/rc.samba restart

Jika semua lancar, anda bisa melakukan pengecekan di client dengan menghapus file di direktori share tersebut. File yang dihapus di client akan di pindahkan /media/public/.recycle
Amati folder .recycle saat melakukan penghapusan data di client :

root@phoenix:/media/public# watch ls -l .recycle/

Selamat Mencoba ...

Catatan :

  • Audit dan logging dapat dilakukan dengan vfs module audit atau full_audit :-) (surf the web for more).
  • Penghapusan file secara berkala di .recycle bisa anda lakukan dengan crontab (man for detail)
  • Bagian recycle:repository sebaiknya diberi nama yang unik misalnya .TempatSampah dan pastikan direktori tersebut ada dengan permission 777 ( dalam hal ini .recycle cuma contoh saja ), karena bisa diakses direct melalui address bar Windows Explorer
  • Linux yang digunakan dalam tulisan ini : Slackware 12.2 dengan Samba 3.2.5
  • Samba Client yang digunakan : MacOS X, Windows XP dan Windows 7

Nice post, Untuk sekedar

Nice post, Untuk sekedar sharing,
but This sux. karena dengan ini, memberikan kesempatan untuk user lebih ceroboh lagi.

Kalau saya lebih ekstrim aja,

Kalau saya lebih ekstrim aja, kasih readonly !. Atau sekalian nggak usah dikasih akses kecuali port 80. Windows itu salah satu rantai system paling lemah setelah manusia (menurut pandapat pribadi saya).

kakak, boleh tahu arti

kakak, boleh tahu arti dari:

 

directory mode = 777
create mask = 0777

setahu saya ... linux

setahu saya ...

linux sangat strict dalam urusan integritas dan keamanan file, karena semua yang ada di dalamnya dianggap sebagai file.

Apalagi dengan slackware, secara default semua file yang dihasilkan oleh oleh user akan di-mask dengan mode 755 (rwxr-xr-x) di dalam direktori home-nya, yang artinya semua pihak boleh membaca, namun hanya user pemilik file/ direktori itulah yang diizinkan mengubah atau meng-edit. 

Nah... agar file sharing bisa dibaca oleh pihak lain, atau bahkan mengizinkan pihak lain (selain pemilik file) untuk menulisnya, maka harus di set permissionnya menjadi baca tulis, atau dengan kode 777 (rwxrwxrwx).

Mudah-mudahan bisa memberikan sedikit gambaran. Selebihnya bisa dibaca di banyak literatur di internet yang berkaitan dengan masalah filesystem unix.